Orang-orang salah menebak umurku itu biasa. Sering kali lebih muda, hampir tidak pernah lebih tua. Biasanya yang menebak aku lebih tua itu malah anak-anak yang waktu aku seumur mereka, usia belasan saja sudah kuanggap dewasa.
Sekarang aku 32 tahun. Seringnya aku diduga masih kuliah. Harusnya aku senang, tanda bintik gelap dan kerut halus di wajahku tak menjustifikasi umurku. Tapi kadang pertanyaan muncul di kepalaku. Bagaimana usia 30an harusnya terlihat?
Aku jarang merias wajah. Karena tidak biasa. Hariku lebih sering terburu-buru di pagi hari demi tidur yang lebih lama. Kata temanku, mungkin karena pilihan pakaianku. Baju-bajuku memang jarang yang berwarna gelap. Tapi agar adil, potongannya standar, kebanyakan polos dengan palet warna tertentu yang aku rasa cocok denganku atau stripes. Kadang aku memakai topi warna terang atau scarf bermotif. Aku rasa harusnya itu tidak membuatku langsung jadi lebih muda. Auraku, kata Nadya. Apakah cara bicara maksudnya? Memang pendiam itu bukan definisi diriku. Tapi ibu-ibu tetangga pun tak ada yang pendiam dan rasanya itu malah mengukuhkan usia yang sesuai dengan mereka.
Yang terlucu, baru saja aku dikira usia 23 saat ikut lokakarya di awal bulan. Sudah kuduga aku pasti peserta dengan usia tertua. Begitupun sudah kuduga mereka pasti tak mengira. Mereka memanggilku dengan lugas. Vina. Sampai akhirnya namaku mendapat tambahan 'Kak' saat terkuak kalau hampir satu dekade selisihnya.
Seringnya aku tertawa (juga sedikit tersipu).
Tapi terkadang perasaan getir mencuat. Ada perasaan fana yang muncul ketika prediksi umurku jauh di bawah. Aku berharap betul itu usiaku sesuai yang disebut. Kenyataannya, aku sudah di lantai tiga yang penuh ekspektasi. Sibuk menahan tekanan gambaran ideal kehidupan. Isu jam tubuh pada wanita yang berkenaan dengan kelajangan masih kadang menghantui. Sepertinya ini ada hubungannya dengan sepuluh tahun yang rasanya sia-sia. Sekalipun berkali-kali menyadari mungkin memang jalan panjang yang ditakdirkan untuk dilalui. I might not be the woman I am today had I not lived the life I chose previously. Pada akhirnya, aku suka diriku yang sekarang.
Berapapun tebakan usianya.