Minggu, 16 Maret 2014

Inventions

Scrolling photos on facebook. Tagged by my friends. Inventions! High school unyu unyu moments, and my cungkring body which melar when college phase and acne-less face :''


Jangan liat mukanya, tapi botolnya. :( bagus tapi hilang pas sudah di jogja :(( padahal padahal padahal full hijau tutup sama bodynya. Kalo sekarang cari di Ace Hardware juga udah nggak ada :'(


partners in crime ketika pertama masuk SMA, sesama gapunya teman sepermainan di kelas :p yang akhirnya duduk disebar oleh guru karena berisik :3


ceritanya kelelahan pas latihan futsal buat lomba 17an. Padahal gapernah ikut olah raga. Tapi gegayaan. Biarin.
Bisa dilihat, paha dan lengannya kecil. Sekarang...........ya sudahlah.


Ketita futsal berlangsung, tim kuning beraksi, pose pegang poni lagi ngetrend.


Diana! a sweet best friend of mine since junior high school :3 :*

Ini juga jangan liat mukanya, tapi kwetiauwnya. Enak. Beneran.. Nggak bohong. Nagih. Dan (waktu itu) hanya delapan ribu rupiah saja. Kenyang juga. Tapi kalo dipaksa makan 3 mangkok juga nggak nolak. Sumpitnya hijau lagi. Lucu kan :3


Irene :3 manis ya :3


Hyak! ini dia Putri Martaguna bersama Vina yang akhirnya mulai mengurai rambutnya tanpa ikat ikat.
Sekarang nggak ada mata kuliah olah raga, semakin jaranglah Vina berkeringat. Eh, sekarang tiap hari juga lah raga. naik turun tangga kampus tiap hari ke lantai 4, plus kecepatan ekstra karena datengnya telatan kalau kuliah. Huft.







Sekian dan terima kasih, semoga nggak eneg. Jarang-jarang pasang foto ginian.


See ya!


Kamis, 13 Maret 2014

The New Found

plis bacanya cepet aja plis plis plis

Dulu VIna pernah nulis tentang mau pelihara kura-kura dan bunga matahari. Lama carinya. Tapi ternyata kura-kura dan bunga matahari nggak jauh-jauh. Vina ternyata si kura-kura, yang punya cangkang, rumah, dan dunianya sendiri. Asik sendiri, tinggal masuk kalau nggak merasa nyaman di luar.

Bunga matahari. Ternyata yang bunga matahari versi manusia beneran juga ada. Hangat, terang, banyak yang kagum (katanya, cie cie :3). Kak Adit, yang (katanya) punya nama lengkap yang artinya juga bunga matahari. Kakak plus plus yang sabar tapi umuk, baik hati tapi nyebelin, suka bercanda tapi rese. Lucu tapi nakal. Dan..........usil.

Vina juga bingung apa hubungannya kura-kura sama bunga matahari. Tapi ternyata kura-kura yang punya rumah sendiri dan bisa dimasukkin kapan aja berani bebas keluar rumahnya. Kura-kura dengan segala kepolosan dan kebegoannya (hih vin -__-).  Semoga bunganya juga bisa terus fotosintesis tanpa harus dibantu bahan-bahan kimia tambahan atau mendadak berubah menjadi tanaman hidroponik. Artifisial.




Ini menye banget nggak sih?

Daaaaaaaaaaaaaan...... sekarang Vina punya kura-kura beneran juga. Namanya Gon dan Meki.  Beli di Pasty. Sepertinya mereka cewek dana cowok. Lucu gitu, kalo tidur gandengan tangan uuuuuh~ Besok besok biar mereka yang mucul di blog ini yeyeyeee~







Welcome home,
See ya!

Kamis, 13 Februari 2014

The Day isn't so that Dusty

Twenty, and dusty rain outside.
The 20th of February, 14th. Stay happy and create the happiness. Woohoo!
Dreams don't turn to dust, wishlists help a lot :')








See ya!

Sabtu, 08 Februari 2014

Fatter and Happier




trust me, I'm lying.
My heart shocked when I saw the 54 on the weight scale, I never reach over than 51 before. It was a 'wohoo :D' yet making a palm expression on my face because of the not-right-part-fat on my body. And the bad score knocked me down.
I'll back to routinity soon. No, 2 days remaining. It's not a 'soon' anymore.













The best that ever will be #mantra

See ya!

Selasa, 21 Januari 2014

Stay The Same



2004 - 2014
In a same place, at our grandad's graveyard with the growing up faces.
Stay the same, all the way.
Universe bless.


See ya!


Sabtu, 11 Januari 2014

Blue Collar


Scanned color pencil drawing on A4 concorde paper



Minggu, 05 Januari 2014

Sinner

Untuk marah yang seharusnya nggak usah jadi marah.
Untuk uang yang secara (sangat) tidak sengaja terhambur-hamburkan. Saya aslinya nggak boros (banget). Beneran. Tapi suka nggak tahan kalo lihat barang aneh aneh dikit nan lucuk lucuk yang minta dibeli (yang akhirnya kadang cuma terpajang manis di meja kamar di Jogja)
Untuk segala nilai (walaupun, saya cuek sekali tapi gelo juga kalo dapet) nilai yang buruk (hasil penilaian orang lain yang nggak tau betapa kerasnya saya berusaha).
Untuk segala permintaan serta keinginan nggak penting saya yang suka bikin orang ribet
Untuk kebawelan saya yang tak terperikan. Uuuuuh~
Untuk sikap saya yang sangat dua-belas tahun.
Untuk pilihan-pilihan saya yang saya pilih tanpa mendengarkan wejangan-wejangan sakti.
Untuk ketidak pekaan saya terhadap orang lain.
Untuk kebolotan saya kalo diajak ngomong nggak langsung nangkep maksudnya apa. Uh, mungkin lain kali harus langsung to the point(s).
Untuk kesemena-menaan saya ketika berbicar.a
Untuk semua kata 'ntar' yang saya lontarkan ketika disuruh beresin kamar, cuci piring, nyapu, ngepel, dan semua pekerjaan rumah yang saya tanggapi dengan 'ntar'. Dibilangnya kata 'ntar' itu sangatlah sakti untuk memunculkan amarah orang yang lebih tua.
Untuk kengototan saya.
Untuk cerita-cerita yang saya bagikan dengan sepotong sepotong karena suka ketiduran pas lagi cerita.
Untuk teriakan manja saya yang mungkin kalo saya dengar sendiri bakal kegelian nggak mau denger. Iyuh.
Untuk semua celetukan saya yang sama sekali tidak membantu tetapi malah memperkeruh suasana.
Untuk ketidaksabaran saya menghadapi orang lain.
Untuk keteledoran saya yang suka lupa kalau dititipi pesan ataupun membawa barang. Mungkin (uh, pasti) ini turunan.
Untuk kerasnya kepala saya yang seperti roti yang setahun ditaruh di kulkas.
Untuk pola pikir saya yang suka tidak dimengerti (bahkan sama saya sendiri)
Untuk 'fokus' yang seringkalo absen dalam pikiran.
Untuk cara bersikap yang baik dan benar yang lupa saya terapkan.
Untuk tidak menuruni kehebatan berbasa-basi ataupun bersikap dan berelasi dengan orang lain.
Dan untuk kebiasaan saya (yang terkadang) menggampangkan sesuatu sampai membuat orang lain ketar-ketir seperti petir.




Maafin saya ya ayah ibu.
Semoga dibaca, karena saya (lagi-lagi, maaf) terlalu malas mengutarakan semuanya langsung karena saya pelupa dan list daftar dosa saya terlalu panjang untuk dihafal. Uh maaf maafkan anak durhaka mu ini wahai ayahanda dan ibunda. Oh, ini pun pasti belum semuanya saya tulis saking pelupanya saya. Tanamkan dalam hati ayah ibu bahwa anak yang ini penuh dosa. Uwooo~ Karena semua orang membela sebuah pernyataan "Sempurna hanya milik Tuhan".

Maaf juga karena selama ini saya selalu merasa senang kalau dibilang mirip ayah atau ibu karena bahkan saya tidak sadar dibagian mana saya miripnya, Tapi ya seneng aja, orang saya nggak tau. Bukankah ketidaktahuan itu menyenangkan?

Pokoknya, maafin saya ya? ya? ya? Kalo anak sendiri masa iya nggak dimaafin?




Satu hal, tungguin saya jadi sesuatu. Sehubungan saya kuliah arsitek, Semoga saya jadi arsitek (bukan sarjana arsitek). Semoga yang semoga menjadi kenyataan. Begitukan wahai ayahanda dan ibunda?
Biarkan saya bertanggung jawab terhadap pilihan saya, pilihan yang sebenarnya diambil tanpa pikir panjang. Maafkan saya sekali lagi. Ugh. Dan semoga ayahanda dan ibunda keceku bisa tersenyum kece melihat ananda menjadi arsitek kece yang ketika lewat suatu jalan dan ngelihat suatu kumpulan material penuh jiwa, bisa bilang dengan bangga, "ini anakku yang mendesain".





See ya!





(dibuat setelah menyuruh lanang minta maaf tapi sadar bahwa saya sendiri juga jarang minta maaf dengan sungguh-sungguh. Anggap saja ini sungguh sungguh-sungguh. Oh, ini beneran sungguh sungguh-sungguh)