Rabu, 18 Desember 2013

The Good and The Sad

Long time no post any posting without photos? These. Fresh from my grandad's house (which has been being my house for 1,5 years) wo yea.

a pot?

Zoom in. It must be broken pieces from abang-abang's bowl! aaaak lucuk lucuk :3

 This. A cock of my aunt. Any idea for a name? Kok ganteng ya.




a hanging decoration is hanging beautifully at the door. Remind me to take picture of the door. also beautiful :3

Aaaaaaaaand....... Have I ever told you about my toy cam? Buzz? Who give birth many lovely picture? Here we go! This is Buzz the robotic toy cam.
 
Did you guys recognize something? Something behind Buzz?



New friend of mine! :3 An analog camera owned by Reinard, my (handsome *surely, he must not see this adjective*) college friends. He lent me his because my excitement about camera :3 So, my holiday will be accompanied by this. Yuhuuuuu! Let's go get your holiday!!!!!!


 gagah ya? :'')

Please wait for the photos. Holiday photos. The smell of holiday uuuuuuuuuhhh :'''')))







And the bad news today.....

Kura-kuranya matiiiiiiiiii :'( :'( :'( :'(



Hiks. A turtle in my granny's home has died. Hiks. :( (mewek). Found motionless, floating. Kayaknya mati gara" nggak digosok cangkangnya hiks :'( And for the last tribute, I rub its shells to make it clean from mildew. Padahal baru mau beli kura kura :'''''''''(

Jadi, there was a couple of turtle in the house. One dead, the other one feels lonely. *kayak vina. sigh*. Only one left now.


 The dead :(

The one who still alive :')


Selamat jalan, semoga bahagia.
Good bye, be happy all the way.






See ya!



Jumat, 13 Desember 2013

distraction and illustration

Gloomy rain. There's (should be) a cup of hot chocolate, in a terrace talking about silly thingy, and the most important............no social media distraction.
Enak ya. The smell of the wet soil. Rain drops on the leaves. A wood bench for two.
Oh, I think I'll make an illustration for that!



gambar semena mena















This should be happened if I reduce my prestige. A week ago. Just the drawing left.
apa vin

See ya

Selasa, 03 Desember 2013

Questions

Beli sneakers atau jam dulu hayo?
Sneakersnya hilang kemana?
Tunggu apa lagi?
Kalo yang ini tiba-tiba hilang gimana?
Kapan pulang Tangerang?
Kapan mau scan rol rol film mu itu, vin?
Starsmu vin, kapan mau dikerjain, vin?
STA kapan mulai diringkas, vin?
ACAD nya Mangunan, vin?
Katanya mau sepedaan lagi, vin?
Ayo nggambar lagi, vin!
Vin?
Vin?
Vin?
Halo, Vin?









See ya?

Senin, 18 November 2013

Kamar

(this gonna be a long post)



Hujan. Tadi malam si Vina begadang nugas. Kesiangan. Ditinggal sama Mami (an aunt of mine) ke kampus :( untungnya sopirnya baik hati mau ngaterin ke kampus. Seperempat jalan, sms masuk dari Anggun. Kuliahnya kosong :(


Terus sekarang Vina bingung mau ngapain. Terus inget kalo punya geekgogreen. Geek Go Green. Ya blog biasa aja sih. Biasa kerjaannya curhat. Kalo bisa ya jangan yang menye (walaupun beberapakali me-menye-kan diri di sini :( )

Then I found that Geek Go Green is a chamber. A cave. A crib. Of mine. Which people can sneak in.

Ya dibayangin aja gini. Kamar. Semua (should be) have a room. Privacy. Okelah, kita sebut aja ini kayak kotak rahasia. Kotak harta karun. Kayak macemnya Vina jaman kecil. (kamu juga dulu pernah punya kan?) Bukan bentuk fisik kotak. Tapi ini *tunjuk jidat Vina yang lebar*.

Oke, daripada disebut kepala, otak, atau bahkan jidat, kita ganti namanya aja jadi imajinasi. Dan selalu ada perasaan biar orang lain tau imajinasinya. Tapi jangan semua. Buat Vina, ini medianya.

Waktu kecil imajinasi bebas berkeliaran. Wut! Wut! Wut! Dulu anehnya (karena ngebayanginnya pas umur segini aja makanya dibilang aneh, dulu sih awesome! haha), Vina bisa bikin cerita sendiri. Semacam bikin drama. Sendirian. Di rumah. Tapi seolah olah ada banyak orang. Haha keren ya ;) kalo sekarang mau kayak gitu, udah kalah sama malu duluan haha


The bigger I grow, my imagination slowly fades away. Tapi tetep, ada banyak bayangan masa kecil ang nggak bisa lepas. Badannya si Vina aja gede, 166 cm. Tapi kadang masih merasa a kid trapped in 19 body (I still 19 though :p ). (Salah satu) Efeknya, ya gitu, kelakuan si Vina masih kayak anak kecil. Paling berasa itu tentang kecerobohan. Ini kebangetan.Si Vina juga bingung gimana cara ngatasinnya. Barang jatoh, kedudukan, keteken. Pun ampun Vin.... :'(


Terus, muncul lagi yang nggak pernah kepikiran sebelumnya. Si Vina. Valentina Kris Utami. Punya dunianya sendiri. Pernah nulis tentang dunia sendiri (presepsi tentang 'dunia sendiri' dari pemikiran Vina). Nih, tapi kalo males gausah dibaca juga gapapa.


Jadi ya, akhir-akhir ini si Vina selalu dibilangin tentang Vina dan dunianya. Vina pikir 'dunia sendiri' itu yaaa karena suka tau-tau keluar, kabur dari rutinitas dan ikut kegiatan atau acara lain. Yang bahkan orang-orangnya yang terlibat pun jauh berbeda sama keseharian.


Tapi tapi tapi, ternyata lebih dari itu. Dunia yang dimaksud itu bukan cuma dunia yang tercipta dari adanya kegiatan yang Vina ikutin. Dunia yang dimaksud itu imajinasi yang muncul di kepala Vina secara semena-mena dan gatau waktu. Imajinasi apa? Misalnya gini. lagi ngomongin tentang sepeda, tau-tau kebayang mimpi-mimpi si Vina tentang sepeda dan segala gambaran Vina dan sepeda yang pernah ada. Bayangan kayak gitu tau-tau muncul, seolah-olah ada film yang muter di kepala. Tapi yang liat ya cuma si Vina doang. Efeknya, si Vina malah senyum-senyum sendiri -____________- malah out of conversation -___-


Terima kasih buat Mas Amang yang berkali-kali bilang "Ha kamu sibuk sama duniamu sendiri kok". Sekarang si Vina sadar. Jadi.................ya emang dari dulu nggak sadar. hahaha



Sedih? Kadang. Nggak semua orang ngerti ke-anak kecil-an si Vina. Sialnya lagi, di umur segini, men. Lingkungan menuntut buat bersikap lebih dewasa. Pft. Tapi ya ada benernya. Masa iya mau gitu terus, Vin? I need to learn to live happily with maturity.
Asik? Ya asik lah! Ini tuh kayak bagian masa kecil yang masih nempel di pikiran. Karena imajinasi mainannya pikiran. Bukan perasaan.

Oke. Menulis tentang perasaan, buat si Vina itu sulit hukumnya. Karena bakal cenderung menye. Uye.

Sering muncul perasaan. I need somebody to share my imagination with. My weirdness. My cribs. My cave. My chamber. (Ini menjelang menye). More than that, si Vina juga mau mencoba keluar dari cribnya sendiri. Biar nggak kayak katak dalam tempurung. (bener kan ya peribahasanya?) Mau masuk ke kamarnya orang lain (ya kalo diijinkan. ini juga milih milih. *toyor kepala Vina*)


Imagine it is a looooong way with a door in the end. Sering kali orang-orang yang (mungkin) tepat sudah mendekat ke pintu 'kamar', tapi malah mundur ke belakang. Kebetulan? I don't think so. hahaha They decide, I nggerus :'(

Kalo sekarang, ada yang mulai dekat ke pintu, but I haven't see the decision. Open the door or turn back home (Tukan tukan tukaaaaan :'( )






Tadi malem ditelpon ayah. Ditanya, "Gimana? Logistik aman?" dan jawabannya, automatically, absolutely, "Nggaaaaaaaak :'((((" hahaha






See ya!

Selasa, 05 November 2013


I remember how we got dinner together. Share the stories about the day we spent.
I remember the morning rush. Almost every morning.
I remember how Ayah, Ibu, Kakak, Lanang, and me go to Payless in June. We bought 8 pairs of shoes, 1 for me, 1 for Kakak, 1 for Lanang, 4 for Ibu. 7? Yes. Ayah took a pair for himself on the last minutes we paid it because he saw everyone buy (at least) one, except Ibu haha.
I remember when Ayah drop me to school every morning when I was in high school and sometimes called number in cars which for sale just asking the price, act like we want to buy it. LOL.
I remember when Ayah got mad to me and told me "Focus!".
I remember when suddenly Ibu rode the motorcycle beside me and took me to my school when she actually must taught her students.
I remember when Ibu asked me something for my lunch.
I remember how I told her about my day, my story, and my silly thought.
I remember how Ibu told me about Eyang, her childhood, her day at school, and her feelings.
I remember how Ibu asked me about her looks when she wanted to go to some occasion.
I remember how I shyly told Kakak about the crush, who I never connected with haha.
I remember how Kakak took me at my campus then we was looking for dinner
I remember when I punched Lanang on his arm when I got mad and he automatically did revenge on me
I remember how Lanang told me about his love story and sometimes gave advice to me.

the unfinished 'remembers'

Most of all, I remember and miss how we laughed together :')
Call me spoiled, but now I found myself as a family-person. The farther I go, the closer I get.















duh vin, vin :''














Selasa, 29 Oktober 2013









"kemana kita hari ini?"








right timing. right person. continously.

Senin, 14 Oktober 2013

Help



Made this due my bad time-management lately. Bad. Very bad.
I've read about this diagram in a blog that life divide by 3 things. Sleep-School-Social thingy. You can only choose 2 of these in your 24 hours. You'll get lack of sleep if you choose school and social life. And being a little be out of social when you prefer your sleep and the school's tasks. Or, will you forget the school? You decide.

And I decide to draw this on my wall. In eye-level high. So every time I turn my day off in the bed, I'll re-think about my life today.
I draw on the wall using marker. The chocolate one, but the color turned grey.




All I know, my major, architecture, demands me to have a better time management. Deadline! Deadline! Deadline!
Oh, maybe all major in every college. Long live happiness, student all over the world!



See ya!